6 Mar 2013


Selasa, 05 Februari 2013 08:25
Jakarta, Tambangnews.com.- Kasus Kontrak Karya (KK) Pertambangan Emas dan Perak PT. IMK telah terjadi serta di ketahui oleh aparatur pemerintah di daerah, hingga saat ini tidak ada bukti penanganan yang nyata di lakukan berdasarkan peraturan dan atau perundang-undangan yang berlaku, baik terhadap aspek lingkungan, aspek penerimaan negara serta aspek iklim investasi yang sehat, hal tersebut salah satu dasar dan maksud surat ini di buat.
Direktur Mitra Lingkungan Hidup (LH) Kalteng Kussaritano dalam siaran pers, Selasa (5/2) menjelaskan PT. IMK telah melakukan operasional tambang di Pit Serujan Timur dan Pit Serujan Tengah, tanpa memiliki dokumen Kelayakan Lingkungan dan Ijin Lingkungan, "hal tersebut di ketahui dalam pembahasan dokumen Amdal pada tangggal 11 Desember 2012 lalu," jelasnya

Dijelaskannya PT. IMK adalah group dari Strait Resources Limited, yang notabene menerima saham dari Global Pansion Fund Norwegia, mestinya mampu memberikan contoh investasi yang baik dan sehat kepada pemerintah RI, khususnya Kalimantan Tengah, karena Kalimantan Tengah adalah Propinsi Pilot berdasarkan MOU antara Pemerintah RI dengan Parlemen Norwegia, dalam program Perubahan Iklim dan REDD+.
Berikut Surat keberatan Mitra LH yang berisi Peninjauan Kontrak Karya PT. IMK :
No surat : 021/I/MitraLH/PLK/2013
Sifat surat : Penting, Segera dan Mendesak
Perihal : Peninjauan Kontrak Karya PT. IMK
Kepada Yth :

1. DPR RI di Jakarta
2. President RI di Jakarta
3. Duta Besar Australia di Jakarta
4. Duta Besar Norwegia di Jakarta
5. UKP4 dan Satgas REDD+ di Jakarta
6. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta
7. Kementrian Pertahanan dan Keamanan RI di Jakarta
8. Kejaksaan Agung RI di Jakarta
9. Kementrian Energi Sumber Daya Mineral RI di Jakarta
10. Kementrian Lingkungan Hidup RI di Jakarta
11. Kapolri di Jakarta

Dengan hormat

Sehubungan dengan ketelanjuran dan tunggakan masalah yang di lakukan oleh Kontrak Karya PT. Indo Muro Kencana seluas 47.940 Ha di Kabupaten Murung Raya, Propinsi Kalimantan Tengah, dengan ini di sampaikan bahwa :
1.      PT. Indo Muro Kencana telah melakukan exploitasi Tambang Emas 2 (dua) tahun sebelum memiliki dokumen Lingkungan, (pembahasan dokumen Amdal di lakukan pada bulan Desember 2012) hal ini melanggar UU 32 Tahun 2009 dan PP 27 Tahun 2012, hal ini di ketahui oleh semua unsur pemerintah setempat akan tetapi tidak ada tindakan konkrit, dapat di katagorikan sebagai upaya pembiaran,
2.      Secara singkat di susun kronologis Amdal PT. IMK sejah tahun 1993 hingga Addendum Amdal 2012, sebagi berikut :
Þ    Amdal tahun 1993, Pertambangan Emas di Kabupaten Barito Utara, di susun oleh PT. Stannia Darmabakti Engineering, Jakarta
Þ    Amdal tahun 2005, Rencana Penambangan di Juking Sopan (Pit Tasat dan Tumbang Lahung (Pit Botol) masuk dalam wilayah Penciutan III dan Perluasan I KK PT. IMK Tahun 2001, Pertambangan Emas di bagian Barat Wilayah Kontrak Karya PT. Indo Muro Kencana, di susun oleh PPLH Universitas Palangkaraya
Þ    Amdal tahun 2010, Tambang bawah tanah di Pit Soan, deposit Pit Soan berada 500 meter dari deposit Pit Botol-Tegepe, Penambahan Desain Penambangan dan TSF, di susun olehPPLH Universitas Palangkaraya
Þ    Amdal Addendum 2012, Kegiatan Penambangan Emas Blok Serujan dan Peninggian Tailing Dam Murosawang,Penambangan di Pit Serujan Timur dan Pit Serujan Tengah selama 4 Tahun (total tonase cadangan bijih terkira di Pit Serujan dari data “Mt.Muro Probable Reserves as at 31 March 2011” adalah 6.060.000 ton bijih dengan kandungan emas sebesar 444.000 onz dan perak sebesar 8.280.000 onz), di susun oleh PT. Econusa Kualiva Abadi (baru tahap pembahasan pada tanggal 11 Desember 2012)
3.    Bahwa hingga saat ini dokumen Amdal untuk kegiatan belum di setujui ijin kelayakan serta ijin lingkungan oleh komisi amdal Propinsi Kalimantan Tengah, akan tetapi fakta di lapangan pihak PT. IMK telah kembali melakukan kegiatan exploitasi (Pit Serujan Timur dan Pit Serujan Tengah), posisi pit kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan awal beroperasi pada tahun 1995 yang telah di tutup pada tahun 2002 berdasarkan dokumen Amdal tahun 1993 dan penggilingan mineral berakhir pada tanggal 13 Juni 2002 dengan total produksi metal sebesar 1.301.417 onz (40.479 kilogram) emas serta 25.543.089 onz (794.480 kilogram) perak
4.  PT. IMK selalu merugi, hal ini sangat bertolak belakang dengan prinsif kegiatan pertambangan asing yang sangat professional, jika memperhatikan komposisi bahwa proyek ini berbadan Hukum PT. Indo Muro Kencana dengan kepemilikan saham saat ini adalah Muro Offshore Pty. Ltd 99% dan Indo Muro Pty. Ltd 1% (100% dikuasai oleh Straits Resources Limited), bagaimana kebijakan pemerintah RI terhadap komposisi yang notabene 100% saham PT. IMK di kuasai oleh Straits Resources Limited, perlu di lakukan audit menyeluruh dan terpadu, berdasarkan perudangan-undangan dan ketentuan yang berlaku di Indonesia;
5.    Bahwa Straits Resources Limited, telah menerima saham dariGovernment Pension Fund Global Norwegia, hal tersebut tertuang di dalam Annual Report Norges Bank Investment Management (NBIM) sedangkan di satu sisi Kalimantan Tengah adalah propinsi pilot LOI program Perubahan Iklim dan REDD+ antara Pemerintah RI dengan Norwegia;

Dengan mengedepankan semangat pemerintah yang baik dan bersih, mohon kiranya ada tindak lanjut yang nyata dari pihak bapak terhadap surat ini Kami bertanggung jawab penuh atas segala fakta, informasi dan data yang tertuang di dalam surat ini, atas perhatiannya dengan kerendahan hati di ucapkan terima kasih.

Palangkaraya, 21 Januari 2013
Hormat kami,

Kussaritano
Direktur

Tembusan di sampaikan kepada Yth :
1.      DPRD Propinsi Kalimantan Tengah di Palangkaraya
2.      Gubernur Kalimantan Tengah di Palangkaraya
3.      DPRD Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu
4.      Bupati Murung Raya di Puruk Cahu
5.      Direktur Utama PT. IMK di Jakarta
6.      Media Elektronik Nasional
7.      Media Cetak Nasional
8.     Arsip


Posted on 18.49 by Unknown

No comments

Senin, 04 Maret 2013 12:07:12 WIB

PALANGKA RAYA-Kerusuhan yang terjadi di PT Indo Muro Kencana (IMK) antara warga dengan pihak perusahaan mendapat perhatian serius dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng. Ketua DAD Kalteng, Sabran Achmad mendesak pemerintah Kabupaten Murung Raya segera turun tangan mengatasinya.

�Jangan biarkan ada keributan antara masyarakat dengan perusahaan seperti PT IMK ini. Pemerintah harus turun tangan. Jika tidak bisa menyelesaikan sengketa ini sebaiknya mundur saja,� cetus Sabran , kepada Kalteng Pos yang dibincangi via telepon, Minggu (3/3) sore. Apalagi, lanjutnya, pemerintah dan kepala daerah wajib melindungi masyarakat, memelihara UU, meluruskan investor yang ada, serta mencegah keributan, sehingga investor itu membawa kesejahteraan kepada masyarakat setempat sekitar tambang dan kebun. �Kepada perusahaan IMK harus tahu diri dan memperhatikan masyarakat dengan mencari penyelesaian yang baik. IMK juga harus mengerti kenapa sampai ada gejolak dari masyarakat? Harusnya perusahaan juga bisa memberikan pekerjaan kepada masayarakat setempat, khususnya yang tidak jauh dari perusahaan itu,� ujarnya. Apalagi, Sabran menilai, bahwa gejolak dari masyarakat ini merupakan buah dari kekecewaan yang lama terpendam terhadap perusahaan yag bergerak di bidang pertambangan itu.

�Makanya, perusahaan harus bisa membawa diri dengan baik,� tukasnya. DAD mengimbau kepada masyarakat adat khususnya yang ada di sekitar IMK untuk membantu pemerintah di sana dalam menyelesaikan sengketa yang ada, serta mampu menahan diri sehingga tercipta menciptakan situasi KAMTIBMAS aman dan kondusif serta jangan mudah terpancing isu-isu tak bertanggungjawab. Seperti diketahui, suasana di kawasan PT Indo Muro Kencana (IMK) sempat tegang. Bahkan terjadi kerusuhan yang berbuntut pada pembakaran sejumlah fasilitas perusahaan tambang asal Australia itu. Perselisihan terkait pemanfaat lahan tambang yang beroperasi Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya (Mura). Untuk menjaga kejadian itu terulang lagi, jajaran Kepolisian Resort Puruk Cahu meningkatkan pengamanan dengan menempatkan puluhan polisi di Pos perusahan milik investor asing ini. �Kita sudah berupaya melakukan koordinasi dan mediasi antara masyarakat dengan pihak perusahaan,� kata Kapolres Puruk Cahu AKBP Dedi Suhartono SIK melalui Kasat Reskrim AKP Yudha, Sabtu (2/3). (kam/ron)


Posted on 18.37 by Unknown

No comments



Selasa, 08 Januari 2013 14:48:39 WIB

PALANGKA RAYA - Meski menuai protes dari masyarakat dan tokoh adat setempat, namun hingga kini PT Indo Muro Kencana (IMK) diduga masih terus melakukan penambangan emas di areal cagar budaya Bukit Puruk Kambang yang memiliki nilai sakral bagi warga Dayak di Kabupaten Murung Raya. Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng pun tak tinggal diam, dan terus mendesak agar penambangan di bukit bersejarah tersebut benar-benar dihentikan oleh pihak IMK.

�PT IMK itu bedungil (dibaca:bandel), hingga kini mereka masih melakukan penambangan di areal Bukit Tambang yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat Dayak,� kata Ketua DAD Kalteng Sabran Achmad saat ditemui Kalteng Pos di kediamannya, Minggu (6/1) sore. Menyingkapi hal itu, Sabran mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah-langkah. Diantaranya dengan menyurati menteri pertambangan dan sejumlah pihak terkait untuk memperhatikan kasus ini. Karena selain merusak situs budaya, PT IMK juga tidak memiliki izin amdal penambangan.

�PT IMK itu tidak ada izin amdalnya. Langkah yang dilakukan DAD yaitu mengirim surat ke menteri pertambangan dan sejumlah pejabat terkait seperti gubernur, kapolda, danrem dan pihak terkait lainnya, supaya PT Indo Muro Kencana menghentikan pekerjaannya, karena situs ini juga dilindungi oleh Undang-Undang,� ungkap Sabran. Dijelaskannya, bahwa pentingnya situs Puruk Kambang ini, karena konon menurut legenda di zaman purbakala, manusia Dayak Tanah Siang turun dari langit di bukit itu melalui palangka bulau (emas). Selain lokasi itu ada tiga tempat lainnya yang menjadi awal mula turunnya manusia Dayak ke bumi, yaitu Bukit Keminting di Gunung Molerswaner di Kabupaten Murung Raya, batas dengan Kalbar dibaris pegunungan dan di Kalbar pada baris pegunungan yang sama berjejer sampai ke Balikpapan, Kaltim.

�Itu sifatnya sebagai tempat yang sakral dan dibawah di bukit itu ada terdapat banyak emas, dan itu adalah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak boleh diganggu bahkan sejak zaman penjajahan dulu juga tidak ada yang berani mengganggu, baru kali ini saja,� tegas Sabran seraya menyebutkan situs lainnya yang merupakan situs sejarah Dayak yaitu huma betang dan sapundu, tempat keramat yang harus dijaga kelestariannya. Lebih Jauh, Sabran Achmad menyampaikan peryataan sikap dari DAD Kalteng, pertama Puruk Kambang tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun dan wajib untuk dipertahankan,dilindungi dan dilestarikan. Kedua, PT IMK-Straits wajib menghentikan aktivitas apapun di sekitarnya dengan radius 2 kilometer dari kaki Bukit Puruk Kambang. Ketiga, mengimbau kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan penegakan hukum kepada PT IMK-Straits yang telah melakukan penambangan secara ilegal tanpa mematuhi aturan hukum seperti amdal. Dan poin keempat, mengimbau kepada masayarakat adat Dayak sebagai pemilik sah cagar budaya Puruk Kambang agar membantu aparat penegak hukum untuk menyelamatkan Puruk Kambang dari penjarahan dan penggusuran oleh PT IMK. (kam/ens)


Posted on 18.19 by Unknown

No comments

1 Mar 2013


Palangkaraya 1 Maret 2013

Arti penting ISAK dalam kerja massa

ISAK adalah upaya yang dilakukan untuk mengetahui secara mendalam tentang keadaan alam dan keadaan sosial (masyarakat) di suatu tempat, baik kampus, desa ataupun kota. Penyelidikan sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kerja massa di manapun. ISAK Bukan hanya pekerjaan untuk memenuhi tugas belajar, bukan pula pekerjaan proyek yang orientasinya lebih pada keuntungan jangka pendek khususnya finansial. ISAK merupakan sebuah upaya yang sungguh-sungguh dan serius untuk meneliti keadaan kampus dan keadaan masyarakat kampus, sehingga kita dapat memahami dan mengerti tentang persoalan-persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa, sebab-sebabnya dan perjuangan apa yang mesti dilancarkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

ISAK adalah nadi dari kerja massa yang akan dilakukan,  tampa ISAK kita tidak mampu mengetahui secera objektif tentang kenyataan yang berlaku. Artinya, ISAK adalah bagian tidak terpisahkan dari kerja massa lainnya, yang menjadi sandaran utuk melakukan kerja-kerja lainnya. Investigasi sosial dan Analisa Klas bukan semata-mata untuk mengetahui tentang suatu keadaan sehingga mampu menerangkan situasi konkret yang ada, tapi lebih penting dari itu, yaitu untuk merubah keadaan atau situasi tersebut menjadi lebih baik. Tampa melakukan ISAK, kita hanya akan menjadi orang-orang yang penuh dengan omong kosong.



Arti Penting dan Prinsip ISAK dalam Kerja Massa

Investigasi sosial adalah menyelidiki keadaan masyarakat. Sedangkan Analisis klas adalah alat yang tepat untuk menyelidiki keadaan masyarakat. Investigasi sosial secara rakyat, klas-klas yang menyusun masyarakat dibedakan dan dipelajari dalam hubungannya dengan ekonomi, politik dan kebudayaan. Sasaran studi dan analisis kita adalah keadaan masyarakat secara keseluruhan dan khususnya keadaan massa dimana kita bekerja, sebab mereka adalah sumber data dan informasi yang kongkret keadaan mereka adalah obyek khusus dari studi dan analisis kita. Di sini kita menerapkan prinsip, “analisis kongkret atas situasi kongkret.”

Dengan ISAK kita dapat memahami klas yang kongkret dalam masyarakat, keadaan klas-klas, dan hubungan antara satu klas dengan klas lainnya. Sehingga kita dapat meletakkan orientasi yang benar dalam pekerjaan massa kita. Kita juga dapat menentukan bentuk dan metode propaganda, pengorganisasian, dan mobilisasi massa yang tepat. Tanpa ISAK yang menyeluruh, seksama dan tepat kerja massa tidak akan efektif. Juga tanpa ISAK kita tidak akan dapat memastikan kebenaran taktik dan tujuan dari gerakan massa. Prinsip penting selanjutnya, “Tidak ada hak bicara tanpa investigasi”. Kita harus menjalankan dan menerapkan kerja massa dengan menjadikan ungkapan tersebut sebagai acuan.

Bagaimanapun, ISAK yang menyeluruh dan mendalam tidak mungkin dijalankan dalam satu hari. Ini merupakan kerja yang terus menerus dan kerja serial yang panjang. Karena itu kita harus menjalankan pekerjaan ISAK dalam setiap tingkatan gerakan massa dan berdasarkan pada kebutuhan untuk membangkitkan, mengorganisasikan, dan menggerakkan massa dalam setiap tingkatannya.

Contohnya, kita membutuhkan data-data temuan Investigasi untuk memperdalam analisa klas yang akan kita lakukan. Siapa saja di kampus yang bisa kita kategorikan sebagai klas reaksioner yang menghambat perjuangan massa di kampus, siapa klas menengah yang punya potensi untuk mendukung langkah perjuangan yang akan kita lakukan, dan siapa kekuatan pokok yang akan menjadi kekuatan inti perjuangan massa di kampus. Selain itu data temuan kita di usahakan diperdalam terus menerus agar kita mampu mendapatkan kedalaman menentukan taktik dalam teritori pekerjaan kita. Sehingga penguasaan teritori wilayah kerja akan kita peroleh.

Menentukan Dasar Wilayah ISAK

Menentukan wilayah penting diperhatikan dalam menjalankan ISAK. Ketepatan menentukan wilayah memungkinkan kita merumuskan planning dengan metode, target dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kerja massa. Wilayah ISAK bagi pemuda mahasiswa adalah kampus dan daerah di sekitar kampus yang berdekatan dengan areal kampus. Karena di dua wilayah ini terdapat klas-klas yang punya kepentingan terhadap proses sosial didalam kampus. Disamping mahasiswa, terdapat juga dosen, karyawan, cleaning service, pedagang kantin, pemilik kost, keamanan di sekitar kampus, dll.

Dari mulai menentukan dasar wilayah dengan cakupan luas, sampai lebih khusus. Mulai dari kampus dan sekitar kampus, sampai ke fakultas, jurusan, dan tempat konsentrasi massa. Disesuaikan dengan tahap kebutuhan menjalankan ISAK. Semisal akan melakukan pengorganisasian di satu kampus, langkah pertama menentukan wilayah ISAK di kampus terlebih dahulu, disarankan fakultas/jurusan/prodi/ yang wilayahnya srategis karena berada di tengah-tengah fakultas lainnya atau berada di pinggiran teritori kampus yang berdekatan dengan fakultas lainnya. Menjalankan ISAK di wilayah ini, menemukan problem-problem massa, komposisi klas didalamnya dan potensi pengorganisasian yang bisa dikerjakan. Kedua baru melanjutkan ISAK ke fakulas lain yang berdekatan dengan fakultas sasaran sebelumnya. Sehingga secara bertahap kita bisa melakukan ISAK di seluruh kampus. Prinsipnya dikerjakan secara bertahap, dan terus disimpulkan pekerjaan ISAK nya secara continue.



Hal-hal yang Penting untuk di ISAK

Setelah kita memahami apa itu investigasi sosial, mengapa penting dilakukan dan beberapa prinsip penting di dalamnya maka berikut ini akan diuraikan hal-hal apa saja yang penting untuk dicari dalam sebuah proses investigasi sosial. Secara pokok, yang penting untuk dicari ada dua hal yaitu keadaan kampus dan keadaan mahasiswa.

Keadaan kampus.

Yang dimaksud dengan keadaan kampus adalah segala sesuatu yang bersangkut paut dengan kondisi di Kampus tersebut terutama kaitannya dengan kegiatan Belajar yang dilakukan oleh Mahasiswa. Termasuk di dalamnya adalah  :

  1. Letak geografis Kampus.Yang perlu diketahui berkaitan dengan letak geografis Kampus diantaranya adalah apakah lokasinya jauh dari pusat kota, kampusnya berdekatan dengan apa, di sekitar kampus terdapat berapa fasilitas penujang mahasiswa (warung, kos-kos-an/kontrakan/asrama, rental computer, internet, Foto Copy, toko/kios, dll), apakah ada Kampus lain di sekitarnya yang berbatasan dan lain-lain. Demikian juga perlu diketahui fasilitas apa saja yang ada di Kampus, seperti poliklinik, perpustakaan, laboratorium, kantin, gedung perkuliahan, parkir kendaraan, dan lapangan olah raga.
  2. Karakter Kampus. Yang perlu dicari tahu adalah tentang label kampus apakah keagamaan, teknik, ilmu umum, dll. Hal ini dilakukan berkaitan dengan sikap apa yang pertama-tama akan diambil dalam melakukan pengorganisasian, prinsip di kita bagaimana kita diterima oleh Massa.
  3. Berapa fakultas dan jurusan. Yang perlu diketahui lebih lanjut adalah ada fakultas apa saja dan ada jurusan apa saja dikampus tersebut. Mana jurusan yang paling diminati mahasiswa. Mana jurusan yang mempunyai pengaruh politik dikampus tersebut terhadap mahasiswa. Hal ini diperlukan untuk menentukan jurusan mana yang akan mulai kita organisir.
Keadaan Mahasiswa.

Yang dimaksud dengan keadaan Mahasiswa adalah hal-hal yang berkaitan dengan dinamika mahasiswa ketika menanggapi suatu persoalan, baik itu berupa isu-isu sosial, ekonomi maupun politik, hal ini dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan umum dari kampus yang akan diorganisir. Misal di Kampus A dinamika mahasiswa untuk berorganisasi sangat tinggi ketika menyikapi masalah-masalah politik negara sedang keadaan kampusnya diterlantarkan, kesimpulan awal yang dapat kita tarik adalah bahwa mahasiswa di kampus A tersebut senang berorganisasi tapi pemahaman organisasinya masih minim dan terlalu umum, tidak memaknai bahwa ormas untuk memperjuangkan persoalan kongkrit massa. Beberapa hal yang perlu diketahui adalah :

  1. Populasi Mahasiswa. Yang perlu dicari adalah jumlah mahasiswa tiap fakultas, jurusan dan tiap kelas, berapa  jumlah mahasiswa laki-laki dan perempuan tiap angkatan.
  2. Kondisi Birokrasi. Yang dimaksud dengan kondisi birokrasi adalah kekuatan siapa yang paling berkuasa secara politik di kampus selain rektor, apakah guru besar, apakah ketua yayasan; apa latar belakang organisasi pemegang Birokrasi. Lalu bagaimana pandangan Birokrasi terhadap Organisasi Mahasiswa.
  3. Isu-Isu Yang Sering Muncul. Penting juga diketahui adalah isu-isu kontemporer yang sering menjadi pembicaraan disetiap benak mahasiswa; apakah permainan bola, film dan sebagainya. Kadang kala kita akan menemukan bahwa di kampus-kampus lain rame dibicarakan tentang pertandingan sepak bola dunia, ternyata kita menemukan satu kampus ramai dengan pemilihan dekan. Hal ini perlu diketahui agar kita mampu mengkombinasikan antara propaganda organisasi dan pandangan umum massa.
  4. Konsentrasi Mahasiswa. Sebagai golongan kelas menengah, golongan borjuasi kecil (petty Borjuasi) dalam keadaan normal mereka lebih banyak waktu luangnya, kecuali kondisi-kondisi khusus seperti ujian maka secara umum mereka berada ditempat tinggalnya meskipun untuk sekedar main kartu Domino. Disaat keadaan normal belajar maka golongan borjuasi kecil ini sering nogkrong-nongkrong untuk sekedar merokok, ngobrol. Secara umum mereka akan mencari tempat-tempat yang teduh, mudah memesan kopi atau makanan lainnya. Yang perlu diketahui oleh kita adalah dimanakah mahasiswa tersebut biasa berkumpul; disaat menunggu jam pelajaran masuk, disaat pulang dan disaat santai-santai.
  5. Kondisi Gerakan Mahasiswa. Perlu juga kita mengetahui apakah tingkat berorganisasi dikampus tersebut cukup tinggi atau tidak. Selain meng-investigasi, ada organisasi apa saja dalam kampus tersebut, kita juga perlu mengetahui keadaan khusus tiap lembaga kemahasiswaaan (LK) di kampus tersebut kegiatan apa saja yang biasa di lakukannya. Memang secara umum LK sudah mandul sejak dikeluarkannya peratruran tentang NKK/BKK pada tahun 1978-an, meskipun demikian kita perlu mengetahui keefektifan LK yang selalu dibayar oleh mahasiswa tiap semester dan uangnya di kemanakan?
Organisasi Mahasiwa yang tidak termasuk dalam Lembaga Kampus pun wajib kita ketahui karena dengan demikian akan mempermudah bagi kita untuk melakukan pengorganisisasian dan perjuangan massa di kampus. Organisasi mana yang paling banyak anggotanya lalu bandingkan dengan massa mahasiswa yang tidak terorganisir, biasanya ditiap kampus apalagi sejak 1998 selalu ada organisasi lokal yang lebih eksis dari organisasi tingkat nasional. Upaya ini dilakukan agar kita bisa menentukan sasaran front untuk mendukung perjuangan massa.

Tahapan menjalankan ISAK.

Secara prinsip pekerjaan ISAK adalah pekerjaan kolektif bukan pekerjaan individu dalam kerja massa. Dikerjakan secara kolektif agar memberikan syarat-syarat persatuan ide dan praktek diantara kawan untuk menghindarkan dari subjektivisme perseorangan. Secara praktek bekerja team akan lebih memberikan peluang lebih besar dalam menjangkau satu wilayah kerja yang sudah kita tentukan. ISAK dijalankan oleh organisasi sebagai upaya untuk membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakan massa. Dijalankan tidak terbatas oleh waktu, sehari atau dua hari, tapi merupakan pekerjaan reguler dengan ketelatenan, kesabaran, kerajinan dan jujur atas data yang diperoleh dari massa sebagai sumber sejatinya data. Bukan merupakan pekerjaan serabutan, tidak terencana, diluar perhitungan dan mencoba-coba. Oleh karena disampaikan dulu tahapan-tahapan yang ada dalam proses investigasi sosial, diantaranya :

  1. Membentuk team investigasi sosial minimal paling sedikit 3 orang, disesuaikan dengan wilayah yang akan di ISAK, apakah untuk satu wilayah jurusan, fakultas, ataukah Kampus. Dalam membentuk tim (komite) ISAK, libatkan orang yang sudah menjadi anggota jangan dimonopoli oleh pimpinan agar tiap anggota terlatih dalam kerja massa. Jika belum ada anggota Kader Rakyat, maka bisa membangun team bersama kontak massa yang sudah dipropaganda dan sepakat dengan aktivitas pengumpulan data ini.
  2. Adakan rapat persiapan untuk membuat perencanaan tentang investigasi sosial, mulai dari wilayah mana saja yang akan diselidiki?, apa saja yang mau dicari datanya?, bagaimana caranya mencari data tersebut?, selanjutnya pembagian tugas dan penjadwalan pekerjaan. Pastikan semua anggota tim memahami sejelas-jelasnya tentang perencanaan yang dibuat. Perencanaan itu sangat penting karena selain memudahkan untuk mengevaluasi juga memudahkan kerja. Keuntungan lain dari perencanaan adalah focusing kerja, supaya tidak semua hal dilakukan dan semua hal dikerjakan yang pada akhirnya menyebabkan tidak selesai sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Lebih parah lagi jika kemudian muncul pandangan semua hal sudah dikeluarkan tapi hasilnya nihil, bisa berakibat pada frustasi dalam bekerja.
  3. Laksanakan investigasi sosial sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, baik mengenai apa saja yang mau dicari dan pembagian peran. Jangan lupa selalu membuat catatan-catatan yang rapi dan jelas tentang hasil investigasi sosial. Mencatat itu penting terutama tentang catatan temuan harian dari anggota team. Meluangkan waktu setiap hari untuk merangkum pengalaman praktek harian yang selanjutnya di notulensikan secara rapi. Jangan pernah menganggap sepele tentang pekerjaan kecil ini, secara filosofis menulis itu penting, jika mengandalkan ingatan maka itu akan sangat lemah, karena manusia punya keterbaasan di tengah rutinitas harian. Dengan adanya tulisan akan memudahkan kita melakukan penyimpulan komprehensif atas pekerjaan ISAK.
  4. Setelah semua yang dicari dalam investigasi sosial tersebut sudah didapatkan sesuai dengan perencanaan, maka melanjutkan melakukan rapat tim untuk mendiskusikan hasil-hasil penyelidikan sosial. Melakukan diskusi untuk mensitematisasikan data, menilai data temuan, melakukan analisa klas dengan menhubungkan data temuan khusus dengan situasi umum massa, mengambil kesimpulan-kesimpulan diskusi, dan menuliskannya dalam bentuk data kuantitatif dibarengi dengan naratif analisa secara sistematis dan rapi.
  5. Hasil ISAK yang sudah dituliskan akan menjadi panduan dalam menentukan bahan pekerjaan politik (propaganda, pendidikan massa, kampanye massa, melakukan pengorganisasian, dan perluasan dalam wilayah kerja yang sudah ditentukan. Sebagai praktek konkrit perwujudan hasil ISAK dalam program oranisasi.
  6. Adakan rapat evaluasi untuk menilai sejauh mana kemajuan yang sudah dihasilkan dalam proses investigasi sosial?, kendala-kendala yang dihadapi di lapangan? dan bagaimana memecahkan persoalan tersebut?. Evaluasi bukan pekerjaan terpisah dari pekerjaan sebelumnya, evaluasi tetap integral dengan apa-apa yang telah kita laksanakan sebelumnya. Forum evaluasi adalah forum untuk menilai sejauh mana pekerjaan yang telah kita lakukan dan yang paling penting adalah meng-evaluasi pekerjaannya bukan individunya.

Metode Menjalankan ISAK

Setelah mengetahui tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proses Penyelidikan Sosial dan Analisa Klas, maka kita sekarang dapat berbicara tentang metode yang dapat dipakai dalam prakteknya. Secara umum metode bisa disesuaikan dengan seberapa besar jangkauan wilayah. tenaga yang tersedia dan tingkat kesanggupan kita. Prinsipnya metode selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan kerja massa kita. Beberapa metode yang dapat dipakai adalah sebagai berikut :

  1. Interview (Tanya jawab). Melakukan tanya jawab langsung dengan massa. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada massa melalui obrolan. Massa akan lebih mudah mengungkapkan berbagai hal soal kampus jika propaganda kita menyentuh hak-hak sosial ekonominya di kampus.
  2. Melakukan pengamatan secara langsung. terhadap situasi atau keadaan yang hendak dicari tahu, dan kemudian membuat catatan-catatan atas pengamatan yang dilakukan. Misalnya kita mengamati dinamika mahasiswa dengan beragam aktivitas di kampus, mengamati kondisi fasilitas kampus (WC, Kantin, Mading kampus, ruang kampus, Laboratorium, dan sarana prasarana lain).
  3. Mengadakan kegiatan luas dan terbuka. Kegiatan ini bisa berupa diskusi public, seminar, pendidikan massa, panggung budaya, pameran, pelatihan-pelatihan, bedah buku, games olah raga, nonton bareng, bhakti sosial, observasi alam, rekreasi budaya, perayaan ulang tahun, dll. Prinsipnya kita berupaya untuk mengajak massa secara luas dan dari acara tersebut kita mencatat penemuan-penemuan baru ketika berpropaganda kepada massa yang ambil bagian dalam kegiatan.
  4. Membuat Polling. Membuat ajuan pertanyaan seputar data yang akan kita peroleh. Pertanyaan diharapkan sederhana agar mudah dimengerti oleh massa. Bentuk polling juga disarankan dibuat semenarik mungkin untuk menarik simpati massa.
  5. Kolekting data. Melakukan pengumpulan data-data dari media massa, baik elektronik maupun cetak. Selain itu juga bisa memanfaatkan media online yang sudah disiapkan oleh kampus. Dengan perkembangan akses informasi akan lebih memberikan kemudahan bagi kita untuk mengumpulkan data-data yang menunjang proses penilaian dan penyimpulan hasil investigasi.
Menilai dan Menyimpulkan hasil ISAK.

Setelah melakukan proses investigasi pekerjaan selanjutnya adalah menilai dan menyimpulkan hasil investigasi. Proses penilaian dilakukan dengan mengumpulkan semua data temuan yang masih bersifat acak. Langkah-langkah melakukan penilaian dan penyimpulan data diantaranya :

  1. Melakukan pertemuan rutin team yang diagendakan secara harian. Untuk mengupdate pekerjaan harian agar dapat mengetahui perkembangan dari team, data yang diperoleh, menentukan metode selanjutnya dan cepat memecahkan kendala-kendala yang dihadapi oleh team sewaktu praktek.
  2. Menyediakan pertemuan khusus untuk melakukan penilaian dan penyimpulan secara umum. Pertemuan ini dihadiri oleh team ISAK dan anggota Kader Rakyat  lainnya. Team ISAK akan mempresentasikan data-data temuannya untuk mendapatkan tanggapan dari semua peserta rapat. Tanggapan-tanggapan yang ada akan menjadi masukan dalam melakukan penyimpulan umum temuan atas kondisi massa. Tentu saja pendiskusiannya dikaitkan situasi khusus dari massa dengan situasi keumuman massa di Indonesia dibawah penindasan imperialisme dan rezim boneka didalam negeri. Menuliskan penyimpulan hasil diskusi untuk mengetahui problem umum, setelah dilakukan penyimpulan problem-problem khusus massa di wilayah kerja yang sudah ditentukan.
  3. Untuk menunjang langkah ISAK selanjutnya, data yang sudah diperoleh bisa di inventarisasikan dengan rapi. Dipilah data-data yang bersifat kuantitatif dengan data yang analisis, serta menuliskan pengalaman praktek invetigasi, metode-metode yang dijalankan, kendala yang dihadapi dan upaya apa saja yang dilakukan untuk memecahkan kebuntuhan dalam praktek.

Setelah menilai dan menyimpulkan, ditemukanlah persoalan-persoalan massa, nah tugas selanjutnya adalah secara aktif melakukan perubahan untuk kepentingan massa. Merumuskan program perjuangan massa, mengadakan kegiatan untuk membangkitkan massa, dan merumuskan strategi dan taktik dalam melakukan perjuangan massa.

Alur ISAK
1)     Arti Penting dan Prinsip ISAK dalam Kerja Massa
2)     Menentukan Dasar Wilayah ISAK
3)     Hal-hal yang Penting untuk di ISAK
4)     Tahapan menjalankan ISAK.
5)     Metode Menjalankan ISAK
6)     Menilai dan Menyimpulkan hasil ISAK

Prinsip-Prinsip Dasar ISAK
  1. Analisis kongkret atas situasi kongkret
  2. Tidak ada hak bicara tanpa investigasi
  3. Dikerjakan secara bertahap, dan terus disimpulkan pekerjaan ISAK nya secara continue.
  4. Ini merupakan kerja yang terus menerus dan kerja serial yang panjang.
  5. Pekerjaan kolektif bukan pekerjaan individu dalam kerja massa
  6. Bagaimana kita diterima oleh Massa.
  7. Mencatat itu penting
  8. Metode selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan kerja massa kita
  9. Meng-evaluasi pekerjaannya bukan individunya.




Posted on 17.14 by Unknown

1 comment